Silahkan berkomentar mengenai blog ini atau artikel yang terdapat dalam blog ini. Mohon komentar dengan bahasa yang baik dan benar, serta tiduk menyinggung SARA. trims :)
Mohon maaf juga jika rancangan blog saya ini terlalu Narsis.

My Twitter : @horta_boy_z
gravatar

Lumba - Lumba : Sang Arsitek Kapal Selam

  Lebih dari 70 % permukaan Bumi yang kita tinggali ini diliputi oleh air. Di kedalaman samudera, beragam makhluk berjumlah sangat besar hidup selaras satu sama lain. Salah satunya adalah lumba-lumba. Makhluk laut paling cerdas, ramah, dan suka menolong. Tubuh mereka diciptakan dengan bentuk yang sungguh menakjubkan.

Melihat Dengan Suara

  Lumba-lumba bernapas melalui lubang kecil yang berada di atas kepalanya. Di bawah lubang tersebut, terdapat kantung-kantung kecil yang berisi udara. Dengan mengalirkan udara melalui kantung-kantung tersebut, mereka dapat menghasilkan suara dengan resonansi yang tinggi. Kantung udara ini berperan sebagai cermin akustik yang memfokuskan suara yang dihasilkan oleh gumpalan kecil jaringan lemak yang berada di bawah lubang pernapasan mereka. Lalu suara ini dipancarkan ke arah sekitarnya secara terputus-putus. Suara lumba-lumba segera memantul kembali bila membentur benda apa saja. Gelombang sura yang memantul tersebut kemudian ditangkap di bagian rahang bawahnya yang disebut dengan Jendela Akustik. Lalu informasi suara diteruskan ke telinga di bagian tengah, dan akhirnya ke otak untuk diterjemahkan.
  Kapal selam modern menemukan arah dengan sonar. Lumba-lumba telah menggunakan teknologi ini jutaan tahun lebih awal dibandingkan manusia yang baru menemukannya kembali di abad ke-20. Sistem yang berteknologi tinggi ini yang terbuat dari daging dan tulang yang ditempatkan ke dalam tubuh makhluk hidup membuktikan kebesaran Tuhan.

Tidur Dengan Sebelah Mata dan Sebelah Otak

  Mata lumba-lumba memiliki ciri-ciri khusus, yaitu setiap mata dapat fokus pada satu titik yang berbeda di saat yang bersamaan. Karena itu, seekor lumba-lumba dapat melihat ke depan dengan satu mata lainnya berjaga-jaga dari bahaya yang mengancam. Bila perlu, lumba-lumba dapat menutup salah satu matanya dan mengistirahatkan separuh otaknya.
  Setelah beberapa saat, lumba-lumba dapat ganti melakukan hal yang sama pada mata dan separuh otaknya yang lain. Dengan cara ini, lumba-lumba tidak pernah tertidur penuh dan selalu waspada dari bahaya yang ada. 

Kulit Yang Bergerak Menggelombang

  Lumba-lumba senang berenang dengan kecepatan tinggi. Tentunya, kapal selam dengan kecepatan seperti ini akan mengalami masalah dengan hambatan air. Namun, hal ini tidak menjadi masalah bagi lumba-lumba. Tubuh dan kulitnya dirancang khusus untuk mengurangi hambatan air sebanyak mungkin.
  Saat lumba-lumba mulai berenang dengan cepat, lapisan tipis air terbentuk di permukaan kulit lumba-lumba. Lapisan ini disebut dengan Lapisan Penghalang. Kulit lumba-lumba diciptakan dengan kelenturan yang memungkinkannya bergerak menggelombang ketika terjadi turbulensi. Kulit lumba-lumba ini mencegah terjadinya gaya hambat air dengan bergerak menggelombang berlawanan arah dengan gerak turbulensi pada lapisan penghalang. Hasilnya, gerakan berenang yang cepat dan tanpa menimbulkan suara. Desain ini merupakan keajaiban teknik. 
  Setelah empat tahun penelitian, para insinyur Jerman berhasil menemukan dan mengaplikasikan desain kulit lumba-lumba pada lapisan luar kapal selam. Kapal selam yang dirancang menggunakan lapisan ini berhasil menaikkan kecepatan lajunya hingga 250 %. Rancangan menakjubkan tersebut adalah salah satu dari kebesaran kekuasaan dari Tuhan YME.

Entri Populer

Ada kesalahan di dalam gadget ini